Teh adalah komoditas perkebunan bersejarah di Indonesia, warisan sistem perkebunan yang membentang di dataran tinggi Jawa Barat dan Sumatra. Meski tak sebesar sawit atau kopi, teh tetap menjadi sumber penghidupan dan komoditas ekspor dengan reputasi mutu yang khas.

Posisi teh Indonesia

Menurut data yang dihimpun Indonesia Investments, Indonesia termasuk dalam jajaran produsen teh terbesar dunia, meski produksinya menurun dari tahun ke tahun. Teh Indonesia dikenal memiliki kandungan katekin (antioksidan alami) yang tinggi, sebuah keunggulan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam pemasaran.

Jenis teh yang diproduksi

  • Teh hitam (black tea) — jenis yang paling banyak diproduksi dan menjadi andalan ekspor. Diperoleh melalui proses oksidasi penuh.
  • Teh hijau (green tea) — tanpa oksidasi, lebih banyak untuk pasar domestik dan produk turunan.
  • Selain itu berkembang pula teh putih, oolong, dan teh khusus dengan nilai jual lebih tinggi.

Jawa Barat, jantung produksi

Jawa Barat menyumbang sekitar 70 persen produksi teh nasional. Perkebunan besar milik negara (melalui PT Perkebunan Nusantara) dan swasta menghasilkan teh mutu ekspor, sementara petani kecil umumnya memasok pasar domestik. Hampir separuh produksi teh Indonesia diekspor, dengan tujuan utama antara lain Rusia, Inggris, dan Pakistan.

Tantangan yang membayangi

Industri teh menghadapi sejumlah tekanan struktural:

  • Luas kebun menyusut — banyak lahan teh dikonversi menjadi kebun sawit atau komoditas lain yang dinilai lebih menguntungkan.
  • Tanaman menua — produktivitas turun karena tanaman tua dan peremajaan yang lambat.
  • Biaya tenaga kerja — teh bersifat padat karya, sehingga kenaikan upah menekan margin.
  • Harga lelang global — harga teh dunia yang fluktuatif menekan pendapatan pekebun.

Jalan menghidupkan kembali

Upaya membangkitkan industri teh diarahkan pada hilirisasi dan diversifikasi produk — teh kemasan siap minum, teh spesialti dengan identitas asal, hingga pemanfaatan kandungan antioksidannya untuk pasar kesehatan. Kolaborasi antara pemerintah, perkebunan negara, dan pekebun rakyat menjadi kunci mengembalikan daya saing teh Indonesia.