CPO KPBN Rp14.850/kg: Tekanan Suplai El Nino dan Stok Malaysia Berhadapan dengan Dorongan Biodiesel B50
Harga CPO KPBN Talang Duku bertahan di Rp14.850/kg, turun 2,48% dalam 90 hari terakhir. Pasar kini menimbang risiko suplai akibat El Nino, stok Malaysia yang tinggi, dan penyerapan domestik lewat biodiesel.
Berdasarkan data tender KPBN untuk FOB Talang Duku, harga CPO pada 26 Oktober 2026 tercatat Rp14.850/kg. Angka ini lebih rendah 2,48% dibanding awal periode 90 hari (10 Agustus 2026) yang berada di Rp15.227/kg. Dalam rentang yang sama, harga bergerak antara Rp14.355/kg sebagai titik terendah dan Rp15.675/kg sebagai titik tertinggi. Posisi saat ini berada di bagian tengah rentang tersebut, belum mendekati dasar maupun puncak.
Data sampel Oktober menunjukkan pola pemulihan bertahap. Harga berada di Rp14.525/kg pada 13 Oktober, lalu naik ke Rp14.800/kg pada 19 Oktober dan mencapai Rp14.950/kg pada 23 Oktober. Pada 26 Oktober harga turun tipis ke Rp14.850/kg. Pemberitaan juga mencatat harga KPBN Inacom sempat naik tipis ke Rp15.130/kg pada 22 Oktober, dan CNBC Indonesia menulis bahwa harga CPO menanjak. Perbedaan angka antarsumber ini kemungkinan terkait perbedaan benchmark atau waktu pencatatan, sehingga perlu dibaca hati-hati.
Dari sisi suplai, S&P Global sebagaimana dikutip Kompas.com dan Kontan memperingatkan bahwa produksi sawit Indonesia terancam susut hingga 5,8 juta ton akibat El Nino. Ini adalah proyeksi pihak ketiga, bukan realisasi produksi. Analisis kami, jika risiko tersebut benar terwujud, pasokan yang lebih ketat dapat menopang harga dalam jangka menengah. Namun, pasar tampaknya belum sepenuhnya memasukkan skenario itu, karena harga masih lebih rendah dari awal periode.
Di sisi lain, ada faktor yang berpotensi menahan kenaikan. InfoSAWIT melaporkan Malaysia mempertimbangkan penghapusan pajak ekspor CPO ketika stok sawitnya disebut menembus 3,5 juta ton. Stok besar di produsen pesaing biasanya menjadi beban sentimen harga global, dan kebijakan pajak yang lebih ringan dapat membuat sawit Malaysia lebih kompetitif. Judul InfoSAWIT lain memuat proyeksi harga CPO di atas RM4.600 per ton selama November 2026, yang menunjukkan sebagian pelaku masih berekspektasi positif.
Permintaan domestik menjadi penyeimbang yang penting. Bataviapos mengulas dampak program B50 terhadap sawit Indonesia, dengan angka 3,4 juta KL dan cakupan 94% SPBU. Kami belum dapat memverifikasi rincian klaim itu dari data yang tersedia. Meski demikian, kebijakan biodiesel yang lebih tinggi secara logika menyerap lebih banyak minyak sawit di dalam negeri dan dapat mengurangi volume yang tersedia untuk ekspor.
Dari sisi regulasi, Kemendag menetapkan harga referensi CPO Oktober 2026 naik menjadi US$1.042,15/MT dari US$1.007,51/MT pada September. Harga referensi menjadi dasar perhitungan bea keluar, sementara pungutan ekspor dana perkebunan sawit diatur dalam PMK 9/2026. Di sisi tata kelola, Tribun Medan memberitakan Menko Pangan Zulhas membahas kebocoran ekspor CPO dan penerapan sistem satu pintu. Perlu dipantau apakah pengetatan ini akan memengaruhi arus ekspor dan selisih harga domestik terhadap harga internasional.
Ke depan, kemungkinan harga bergerak di antara tiga kekuatan: risiko suplai El Nino yang bersifat mendukung, stok Malaysia yang tinggi yang bersifat menekan, serta penyerapan biodiesel yang menopang permintaan domestik. Ini adalah pandangan analitis, bukan kepastian. Indikator yang perlu dipantau meliputi realisasi produksi pasca-El Nino, keputusan pajak ekspor Malaysia, dan harga referensi periode berikutnya.
Sumber:
- S&P Global: Produksi Sawit RI Terancam Susut 5,8 Juta Ton Akibat El Nino — kontan.co.id
- S&P Global: El Nino Ancam Produksi Sawit Indonesia, Berpotensi Turun 5,8 Juta Ton — Kompas.com
- Malaysia Pertimbangkan Penghapusan Pajak Ekspor CPO, Stok Sawit Tembus 3,5 Juta Ton — InfoSAWIT
- Dari 3,4 Juta KL hingga 94% SPBU: Bagaimana B50 Mengubah Nasib Sawit Indonesia di Era Prabowo? — bataviapos.id
- Menko Pangan Zulhas Bongkar Kebocoran Ekspor CPO dan Timah, Pemerintah Terapkan Sistem Satu Pintu — Tribun-medan.com
- Harga CPO KPBN Inacom Kamis (22/10) Naik Tipis Jadi Rp15.130 per Kg — Agricom.id
- Harga CPO Menanjak Terus, Pengusaha Sawit Senyum-Senyum — CNBC Indonesia
- Harga CPO KPBN Inacom Wthdraw Pada Kamis (22/10/2026), Harga CPO Diprediksi di atas RM4.600 per ton Selama November 2026 — InfoSAWIT
- Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Jadi US$1.042,15/MT, HPE Kakao Naik ke US$5.686/MT (Kementerian Perdagangan RI, Berlaku) — https://jdih.kemendag.go.id/peraturan/keputusan-menteri-perdagangan-republik-indonesia-nomor-1921-tahun-2026-tentang-harga-patokan-ekspor-dan-harga-referensi-atas-produk-pertanian-dan-kehutanan-yang-dikenakan-bea-keluar-dan-tarif-layanan-badan-layanan-umum
- Harga Referensi CPO September 2026 Naik Jadi US$1.007,51/MT (Kementerian Perdagangan RI, 2026-08-27, Berlaku) — https://www.kemendag.go.id/berita/pojok-media/harga-cpo-ditetapkan-naik-menjadi-100751-dolar-as-per-metrik-ton
- Perubahan Tarif Pungutan Ekspor Dana Perkebunan Sawit (Kementerian Keuangan RI, 2026-02-27, Berlaku) — https://jdih.kemenkeu.go.id/dok/pmk-9-tahun-2026/summary
