Harga CPO Rp14.850/kg dan Proyeksi Produksi yang Menyusut: Apakah Risiko El Nino 2027 Sudah Tercermin di KPBN?
Harga CPO KPBN bergerak dalam kisaran sempit di sekitar Rp14.850/kg, sementara pemberitaan memuat proyeksi penyusutan produksi akibat El Nino. Artikel ini menimbang apakah dua sinyal itu sejalan, dengan kebijakan harga referensi dan pungutan ekspor sebagai latar.
Berdasarkan data harga, CPO Tender KPBN (FOB Talang Duku) tercatat Rp14.850/kg pada 26 Oktober 2026. Angka itu turun 2,48% dari Rp15.227/kg pada 10 Agustus 2026, awal periode 90 hari. Dalam periode tersebut harga terendah Rp14.355/kg dan tertinggi Rp15.675/kg, sehingga rentangnya Rp1.320/kg. Harga terkini berada sekitar Rp495/kg di atas titik terendah dan sekitar Rp825/kg di bawah puncak, atau di kisaran sepertiga bagian bawah rentang.
Pada sampel dua pekan terakhir, harga bergerak dari Rp14.600/kg (9 Oktober) dan Rp14.525/kg (13 Oktober) ke Rp14.950/kg (23 Oktober), lalu Rp14.850/kg pada 26 Oktober. Dari titik 13 Oktober, kenaikannya sekitar Rp325/kg. Analisis kami, ini lebih mirip konsolidasi di kisaran Rp14.500–15.000 ketimbang reli yang menentukan arah. Dalam sampel yang tersedia, harga belum mengonfirmasi tren naik maupun turun yang tegas.
Dari sisi pasokan, pemberitaan 26 Oktober cukup seragam. Sejumlah media memuat proyeksi bahwa El Nino menekan produksi sawit: S&P Global disebut memperkirakan produksi Indonesia berisiko susut 5,8 juta ton, sedangkan judul lain menyebut produksi Indonesia dan Malaysia diprediksi turun 8,3 juta ton. Ada pula judul yang menyebut produksi RI terancam turun 2,2 juta ton pada 2027 dan ekspor bisa menyusut. Di tingkat daerah, produksi sawit dan karet Muara Enim dilaporkan anjlok 50 persen. Angka-angka itu berbeda, dan dari judul saja tidak jelas apakah cakupan serta periodenya sama, jadi tidak bisa dijumlahkan atau dibandingkan langsung.
Di sinilah pertanyaan analitisnya muncul. Jika risiko produksi sebesar itu dipercaya pasar, kita bisa berharap harga lebih kuat. Namun harga terkini masih 5% di bawah puncak 90 hari. Kemungkinan penjelasannya beragam. Proyeksi tersebut mengarah ke 2027 sehingga belum terasa di pasar fisik. Melemahnya perdagangan CPO di Bursa Malaysia, sebagaimana judul pemberitaan 26 Oktober, bisa menjadi penahan. Judul yang sama juga menyebut harga KPBN Inacom 'withdraw' pada hari itu, sehingga tren harian perlu dibaca hati-hati. Ini interpretasi, bukan fakta yang dapat dibuktikan dari data yang ada.
Di sisi kebijakan, harga referensi CPO Oktober 2026 ditetapkan naik menjadi US$1.042,15/MT dari US$1.007,51/MT pada September. Harga referensi menjadi dasar perhitungan bea keluar dan pungutan ekspor, sehingga kenaikannya relevan bagi beban ekspor. Kerangka pungutan ekspor dana perkebunan sawit tercatat berubah lewat PMK 9 Tahun 2026, dan penyesuaian tarif bea keluar sawit diatur dalam PMK 68 Tahun 2025. Permendag 5 Tahun 2026 juga memuat perubahan kebijakan dan pengaturan ekspor. Dampak pasti setiap aturan terhadap harga KPBN tidak bisa disimpulkan dari data yang tersedia.
Untuk ke depan, perlu dipantau apakah harga mampu bertahan di atas Rp14.950/kg, level tertinggi pada sampel terbaru, dan apakah data produksi aktual mulai mengonfirmasi proyeksi El Nino. Kemungkinan tekanan pasokan baru terasa jika penurunan produksi mulai muncul di data lapangan dan ekspor. Sementara itu, risiko turun tetap ada selama bursa Malaysia melemah, dan batas bawah 90 hari di Rp14.355/kg menjadi acuan teknis yang patut diperhatikan. Semua ini proyeksi dan bukan kepastian, sehingga pelaku usaha sebaiknya membaca harga, data produksi, dan kebijakan ekspor secara bersamaan.
Sumber:
- S&P Global: Produksi Sawit RI Terancam Susut 5,8 Juta Ton Akibat El Nino — kontan.co.id
- Produksi Sawit Indonesia dan Malaysia Diprediksi Turun 8,3 Juta Ton karena El Nino — Tribunnews.com
- Produksi Sawit RI Terancam Turun 2,2 Juta Ton pada 2027, Ekspor Bisa Susut — kontan.co.id
- Produksi sawit dan karet Muara Enim anjlok 50 persen terdampak El Nino — ANTARA News Sumsel
- Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Senin (26/10/2026), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah — InfoSAWIT
- Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Jadi US$1.042,15/MT, HPE Kakao Naik ke US$5.686/MT (Kementerian Perdagangan RI, Berlaku) — https://jdih.kemendag.go.id/peraturan/keputusan-menteri-perdagangan-republik-indonesia-nomor-1921-tahun-2026-tentang-harga-patokan-ekspor-dan-harga-referensi-atas-produk-pertanian-dan-kehutanan-yang-dikenakan-bea-keluar-dan-tarif-layanan-badan-layanan-umum
- Harga Referensi CPO September 2026 Naik Jadi US$1.007,51/MT (Kementerian Perdagangan RI, 2026-08-27, Berlaku) — https://www.kemendag.go.id/berita/pojok-media/harga-cpo-ditetapkan-naik-menjadi-100751-dolar-as-per-metrik-ton
- Perubahan Tarif Pungutan Ekspor Dana Perkebunan Sawit (Kementerian Keuangan RI, 2026-02-27, Berlaku) — https://jdih.kemenkeu.go.id/dok/pmk-9-tahun-2026/summary
- Penyesuaian Tarif Bea Keluar Kelapa Sawit, Kakao, dan Getah Pinus (Kementerian Keuangan RI, 2025-10-10, Berlaku) — https://jdih.kemenkeu.go.id/dok/pmk-68-tahun-2025
- Perubahan Keempat Kebijakan dan Pengaturan Ekspor — Permendag No. 5 Tahun 2026 (Kementerian Perdagangan RI, Berlaku) — https://www.kemendag.go.id/berita/siaran-pers/kemendag-terbitkan-permendag-5-dan-6-tahun-2026-pangkas-hambatan-dan-perizinan-ekspor
