Kembali ke Berita
Infokomoditaskaret

Karet Jambi Naik ke Rp18.000/kg: Harga Petani Menguat, tetapi Industri Hulu Masih Rapuh

AI Market Insight 4 jam lalu

Harga petani karet di Jambi naik dari Rp16.000 ke Rp18.000 per kg pada awal Oktober 2026 dan bertahan di level itu. Berita dari sentra lain juga melaporkan penguatan harga, sementara sorotan media terhadap menyusutnya kebun dan produksi tetap ada.

Berdasarkan data Bappebti, harga petani karet di Jambi tercatat Rp18.000 per kg pada 15 Oktober 2026. Angka ini naik 12,5% dari Rp16.000 pada 4 Agustus 2026, awal periode pengamatan 90 hari. Rp18.000 juga merupakan titik tertinggi dalam periode tersebut, sedangkan titik terendahnya Rp10.000 per kg. Harga saat ini karenanya jauh di atas dasar rentang 90 hari, meski data sampel yang tersedia tidak memuat tanggal harga terendah itu.

Pola pergerakan terbaru berbentuk anak tangga, bukan kenaikan bertahap. Sampel harga dari 24 September hingga 7 Oktober menunjukkan Rp16.000 per kg. Harga lalu melompat ke Rp18.000 pada 8 Oktober dan tidak berubah pada pencatatan 9, 12, 14, dan 15 Oktober. Sebagai analisis, pola ini khas harga di tingkat petani yang diperbarui berkala. Penyesuaian harga cenderung terjadi sekaligus ketika pedagang pengumpul atau pabrik menaikkan tawaran, dan stabilnya angka selama satu pekan belum cukup untuk memastikan arah berikutnya.

Penguatan serupa dilaporkan media di sentra produksi lain, meski dengan patokan berbeda. Pemberitaan menyebut harga karet di OKU, Sumatera Selatan, menembus Rp25.000 per kg dan disebut tertinggi sejak 1998. Harga di OKI dilaporkan Rp25.500 per kg, dan di Kuansing, Riau, Rp24.225 per kg. Bisnis.com juga memberitakan penguatan harga karet dunia yang menguntungkan petani Sumatera Utara. Angka-angka ini tidak bisa dibandingkan langsung dengan Rp18.000 di Jambi karena lokasi, jenis bahan olahan karet (bokar), dan metode pencatatan kemungkinan berbeda. Arahnya, harga menguat di banyak sentra, konsisten dengan data Bappebti.

Di sisi acuan, Agricom.id dan Akurat Sumsel memberitakan harga acuan SGX–SICOM per 15 Oktober turun ke Rp46.054 per kg. Angka ini jauh di atas harga petani karena merujuk pada acuan bursa dan komponen yang berbeda dari harga bokar di kebun. Penurunan harian itu menunjukkan harga acuan tidak bergerak searah setiap hari. Perlu dipantau apakah koreksi tersebut berlanjut dan menekan harga di tingkat petani.

Di balik harga yang menguat, narasi struktural industri masih berat. CNBC Indonesia menurunkan liputan bertajuk "Karet RI Sekarat: Kebun Menyusut, Produksi Ambles, Ekspor Babak Belur" serta video tentang industri karet yang "dulu berjaya, kini merana". Dari judulnya, kenaikan harga terjadi ketika basis produksi dalam negeri disebut melemah. Vietnam.vn memberitakan pasar karet menghadapi kekurangan pasokan dan berpotensi mengalami lonjakan. Berdasarkan judul-judul itu, kemungkinan pasokan yang ketat ikut menopang harga. Namun, tanpa rincian isi artikel, hubungan sebab-akibatnya belum dapat dipastikan.

Ke depan, ada beberapa hal yang perlu dipantau. Pertama, apakah Rp18.000 di Jambi bertahan atau naik lagi mendekati level yang dilaporkan di sentra Sumatera Selatan. Kedua, arah harga acuan SGX–SICOM setelah penurunan 15 Oktober. Ketiga, apakah harga tinggi mendorong petani merawat atau memperluas kebun, atau hanya memberi keuntungan jangka pendek, mengingat laporan menyusutnya lahan. Laporan bahwa tiga negara menjajaki produk karet Indonesia bisa menjadi sinyal permintaan, tetapi datanya belum cukup untuk menyimpulkan dampaknya pada harga. Laporan itu juga belum mengubah catatan bahwa penguatan harga saat ini masih baru dan berumur pendek.

**Sumber:**

- [Harga Karet di Kabupaten OKU Tembus Rp25.000 per Kg, Tertinggi Sejak Tahun 1998 - Detik Sumsel](https://www.detiksumsel.com/daerah/97417753300/harga-karet-di-kabupaten-oku-tembus-rp25000-per-kg-tertinggi-sejak-tahun-1998) — Detik Sumsel

- [Harga Karet di OKI Naik Jadi Rp25.500 per Kg, Petani Berharap Bisa Tembus Rp30 Ribu](https://sumsel.tribunnews.com/sumsel/1032106/harga-karet-di-oki-naik-jadi-rp25500-per-kg-petani-berharap-bisa-tembus-rp30-ribu) — Tribunsumsel.com

- [Harga Karet Kuansing Tembus Rp24.225 per Kg, Sawit Swadaya Kembali Anjlok](https://pekanbaru.tribunnews.com/riau-region/1117961/harga-karet-kuansing-tembus-rp24225-per-kg-sawit-swadaya-kembali-anjlok) — Tribunpekanbaru.com

- [Harga Karet Dunia Menguat, Petani Sumut Ketiban Cuan](https://sumatra.bisnis.com/read/20261014/534/2012408/harga-karet-dunia-menguat-petani-sumut-ketiban-cuan) — Bisnis.com

- [Harga Karet SGX–SICOM Kamis (15/10) Turun ke Rp46.054 per Kg, Simak Rincian Harga KKK](https://www.agricom.id/2026/1408/harga-karet/harga-karet-sgx-sicom-kamis-15-10-turun-ke-rp46-054-per-kg-simak-rincian-harga-kkk/) — Agricom.id

- [Karet RI Sekarat: Kebun Menyusut, Produksi Ambles, Ekspor Babak Belur](https://www.cnbcindonesia.com/research/20261007160216-128-774155/karet-ri-sekarat-kebun-menyusut-produksi-ambles-ekspor-babak-belur) — CNBC Indonesia

- [Dengan kekurangan pasokan, pasar karet siap mengalami lonjakan besar.](https://www.vietnam.vn/id/khat-nguon-cung-thi-truong-cao-su-don-song-lon) — Vietnam.vn

- [Produk Pangan, Furnitur, dan Karet Indonesia Dijajaki Tiga Negara](https://news.google.com/rss/articles/CBMilAFBVV95cUxNcUFvdVZURnZrMUxhT05rWDdsLXhBUUJPZW9IOXBQRVc0V1I0bmE5R3lmRE9TLUZ1NVVUVGRSZWtsLThxd3hpZWd6NzF3Wm9PQ0JCYkZ0WlFERm40SXljdHFfZThjdW1KRDZ0WVJIaHpScUxoNnhoUzQ4Y2EzMENINjIzOGg4SW5xSzBWcEFoM0FtTGNC?oc=5) — Posnews.co.id

Artikel orisinal Infokomoditas. Data harga pada artikel merujuk observasi yang telah melalui proses verifikasi — lihat provenance pada papan harga.