Kembali ke Berita
Infokomoditascpo

Rp15.200/kg dan Dua Arah Sinyal Eksternal: Stok Malaysia, Permintaan India, dan Harga Referensi Oktober bagi CPO KPBN

AI Market Insight 1 jam lalu
Rp15.200/kg dan Dua Arah Sinyal Eksternal: Stok Malaysia, Permintaan India, dan Harga Referensi Oktober bagi CPO KPBN

CPO KPBN Franco Dumai berada di Rp15.200/kg pada 23 Oktober 2026, masih 2,88% di bawah level awal periode 90 hari. Kabar stok Malaysia yang besar dan permintaan India yang menguat menarik harga ke dua arah berbeda.

Berdasarkan data CPO Tender KPBN Franco Dumai, harga pada 23 Oktober 2026 tercatat Rp15.200/kg. Angka itu turun 2,88% dari Rp15.650/kg pada 6 Agustus 2026. Dalam 90 hari terakhir harga bergerak antara Rp14.625 dan Rp16.098/kg. Sampel data menunjukkan harga berada di kisaran Rp16.018–16.025/kg pada awal September, lalu turun ke Rp14.666/kg pada 6 Oktober.

Setelah dasar awal Oktober itu, harga naik bertahap: Rp14.850 (8 Oktober), Rp14.988 (15 Oktober), Rp15.158 (20 Oktober), dan Rp15.200 (23 Oktober). Dari 6 Oktober, kenaikannya sekitar 3,6%. Harga masih sekitar 5,6% di bawah puncak periode. Berdasarkan data, pemulihan berlangsung bertahap dan belum menutup seluruh koreksi dari September. Pemberitaan Agricom mencatat harga sempat terkoreksi ke Rp15.115/kg pada 21 Oktober, lalu naik tipis ke Rp15.130/kg pada 22 Oktober. Artinya jalur kenaikan tidak lurus.

Dari sisi permintaan, sebuah laporan melaporkan bahwa minyak bunga matahari menjadi langka akibat perang dan minyak sawit menjadi rebutan India. Dari sisi pasokan, ada pemberitaan bahwa stok sawit Malaysia menembus 3,5 juta ton dan Malaysia mempertimbangkan penghapusan pajak ekspor CPO. Analisis kami, kedua sinyal ini berlawanan. Permintaan India yang kuat berpotensi menopang harga. Stok Malaysia yang besar dan kemungkinan pajak ekspor yang lebih rendah bisa memperkuat daya saing minyak sawit Malaysia di pasar ekspor dan menekan harga acuan regional. Judul-judul yang tersedia belum memberi rincian, sehingga besarnya dampak ke KPBN tidak dapat dipastikan dari data ini.

Di sisi kebijakan, Kementerian Perdagangan mencatat harga referensi CPO Oktober 2026 sebesar US$1.042,15/MT, naik dari US$1.007,51/MT pada September. Selisihnya sekitar US$34,64 atau 3,4%. Harga referensi menjadi dasar penghitungan bea keluar, dan pungutan ekspor dana perkebunan sawit juga diatur dalam regulasi yang masih berlaku, yaitu PMK 9 Tahun 2026. Kemungkinan, beban fiskal ekspor tetap menjadi faktor yang diperhitungkan eksportir ketika menawar CPO di dalam negeri. Perlu dipantau apakah kenaikan harga referensi diikuti perubahan beban tersebut pada periode berikutnya.

Faktor domestik juga layak dicermati. Pemberitaan tentang B50 menyoroti kebutuhan biodiesel dan jangkauan distribusinya, sementara pemerintah dikabarkan menerapkan sistem satu pintu untuk menutup kebocoran ekspor CPO. Kami tidak menemukan angka dampak dari kedua isu ini pada harga tender dalam data yang tersedia, sehingga keduanya sebaiknya dibaca sebagai konteks kebijakan, bukan penjelasan langsung atas pergerakan harga.

Proyeksi kami bersifat bersyarat. Sebuah laporan InfoSAWIT menyebut harga CPO diprediksi di atas RM4.600 per ton selama November 2026, tetapi itu proyeksi pihak lain dan bukan fakta harga KPBN. Jika permintaan India bertahan dan stok Malaysia tidak menambah tekanan, harga kemungkinan masih bisa mendekati kisaran Rp15.000-an. Sebaliknya, jika pajak ekspor Malaysia benar-benar dihapus dan stok terus menumpuk, momentum pemulihan dari dasar Oktober bisa tertahan. Perlu dipantau apakah harga mampu menembus kembali Rp16.000/kg, level yang terakhir terlihat pada awal September.

Sumber:

- Minyak Bunga Matahari Langka akibat Perang, Minyak Sawit Jadi Rebutan India — sawitsetara.co

- Malaysia Pertimbangkan Penghapusan Pajak Ekspor CPO, Stok Sawit Tembus 3,5 Juta Ton — InfoSAWIT

- Harga CPO KPBN Inacom Wthdraw Pada Kamis (22/10/2026), Harga CPO Diprediksi di atas RM4.600 per ton Selama November 2026 — InfoSAWIT

- Harga CPO KPBN Inacom Kamis (22/10) Naik Tipis Jadi Rp15.130 per Kg — Agricom.id

- Harga CPO Malaysia Turun RM73, KPBN Inacom Terkoreksi ke Rp15.115 per kg pada 21 Oktober 2026 — Agricom.id

- Dari 3,4 Juta KL hingga 94% SPBU: Bagaimana B50 Mengubah Nasib Sawit Indonesia di Era Prabowo? — bataviapos.id

- Menko Pangan Zulhas Bongkar Kebocoran Ekspor CPO dan Timah, Pemerintah Terapkan Sistem Satu Pintu — Tribun-medan.com

- Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Jadi US$1.042,15/MT, HPE Kakao Naik ke US$5.686/MT (Kementerian Perdagangan RI, Berlaku) — https://jdih.kemendag.go.id/peraturan/keputusan-menteri-perdagangan-republik-indonesia-nomor-1921-tahun-2026-tentang-harga-patokan-ekspor-dan-harga-referensi-atas-produk-pertanian-dan-kehutanan-yang-dikenakan-bea-keluar-dan-tarif-layanan-badan-layanan-umum

- Harga Referensi CPO September 2026 Naik Jadi US$1.007,51/MT (Kementerian Perdagangan RI, 2026-08-27, Berlaku) — https://www.kemendag.go.id/berita/pojok-media/harga-cpo-ditetapkan-naik-menjadi-100751-dolar-as-per-metrik-ton

- Perubahan Tarif Pungutan Ekspor Dana Perkebunan Sawit (Kementerian Keuangan RI, 2026-02-27, Berlaku) — https://jdih.kemenkeu.go.id/dok/pmk-9-tahun-2026/summary

Artikel orisinal Infokomoditas. Data harga pada artikel merujuk observasi yang telah melalui proses verifikasi — lihat provenance pada papan harga.