Kembali ke Berita
Infokomoditascpokopikakaokaretgulateh

Rupiah Rp17.500 per Dolar Jadi Asumsi 2027, Apa Dampaknya bagi Komoditas?

Andi Ramadhan 11 hari lalu

Asumsi nilai tukar 2027 berada di Rp17.500 per dolar AS. Pergerakan rupiah akan menjadi faktor penting bagi penerimaan eksportir sekaligus biaya produksi industri komoditas Indonesia.

JAKARTA, INFOKOMODITAS — Nilai tukar rupiah diperkirakan tetap menjadi salah satu variabel penting bagi pasar komoditas Indonesia memasuki 2027.

Dalam pembahasan asumsi dasar makroekonomi RAPBN 2027, pemerintah mengusulkan nilai tukar rata-rata sebesar Rp17.500 per dolar AS. Pertumbuhan ekonomi diusulkan 6 persen, inflasi 2,5 persen dengan deviasi ±1 persen, dan tingkat suku bunga SBN 10 tahun sebesar 6,9 persen.

Bagi industri komoditas, nilai tukar memiliki pengaruh langsung karena sejumlah komoditas utama Indonesia diperdagangkan dengan acuan dolar AS.

Eksportir CPO, kopi, kakao, karet dan teh dapat memperoleh nilai penerimaan rupiah yang lebih tinggi ketika dolar menguat terhadap rupiah, sepanjang harga dalam dolar dan volume penjualan tidak turun secara signifikan.

Namun dampaknya tidak selalu positif.

Pelemahan rupiah juga dapat meningkatkan biaya berbagai barang dan jasa yang berkaitan dengan dolar, termasuk bahan baku impor, mesin, komponen, pupuk tertentu, biaya pelayaran dan pembiayaan valuta asing.

Dengan demikian, keuntungan dari kenaikan nilai penerimaan ekspor dapat berkurang apabila biaya produksi dan logistik ikut meningkat.

Komoditas yang sebagian besar produksinya menggunakan input domestik berpotensi mendapatkan manfaat lebih besar dari penguatan dolar dibandingkan industri yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap input impor.

Bagi pelaku usaha komoditas, bukan hanya level rupiah yang penting diperhatikan. Kecepatan dan volatilitas perubahan nilai tukar juga menentukan kepastian harga, arus kas dan kebutuhan lindung nilai.

Memasuki 2027, pergerakan dolar AS, kebijakan Bank Indonesia, arah suku bunga global, harga minyak dan arus modal asing menjadi beberapa variabel yang perlu terus dipantau.

Artikel orisinal Infokomoditas. Data harga pada artikel merujuk observasi resmi terverifikasi — lihat provenance pada papan harga.