Kakao
Biji kakao fermentasi. Benchmark aktif: harga tingkat petani (Bappebti).
Lihat halaman harga ringkas & benchmark →Setiap benchmark mewakili wilayah dan jenis observasi berbeda — nilai tidak digabung atau dirata-ratakan.
Seluruh titik adalah observasi resmi terverifikasi & terpublikasi — tidak pernah direka.
Harga petani kakao di Kendari tercatat 55.000 IDR/kg pada 2026-10-01, naik 0,92% dibanding observasi sebelumnya 2026-09-30. Sementara itu, benchmark World Bank Pink Sheet untuk Cocoa (ICCO) tercatat 105.046,37 IDR/kg pada 2026-09-30, turun 0,94% dibanding 2026-08-31.
Belum cukup data untuk menentukan penyebab utama.
Klaster berita menunjukkan dua arah yang perlu dicermati: ada narasi penguatan harga referensi/HPE kakao Indonesia terkait El Nino di Afrika Barat, namun juga ada berita tentang tekanan harga kakao global serta dinamika pasar dunia. Di sisi domestik, rencana penguatan kakao di Berau melalui bibit dan perluasan lahan dapat menjadi faktor pendukung pasokan jangka menengah, tetapi belum cukup data untuk menautkan langsung ke perubahan harga saat ini.
Pantau pergerakan harga referensi/HPE kakao Indonesia pada pembaruan berikutnya, perkembangan harga kakao dunia, serta realisasi program perluasan lahan dan penyaluran bibit di Berau. Perkembangan El Nino di Afrika Barat dan dinamika pasokan dari negara produsen utama juga perlu dipantau.
Metodologi & Pertanyaan Umum
Harga kakao mengacu pada data tingkat petani Kendari yang dipantau harian oleh Bappebti — salah satu rangkaian data domestik terpanjang di platform ini, mencerminkan harga fisik biji kakao fermentasi di tingkat produsen.
Emiten Terkait
Perusahaan tercatat di BEI dengan eksposur bisnis terverifikasi terhadap komoditas ini.